Cimahi – Transformasi digital sering kali hanya dikaitkan dengan peluncuran aplikasi baru. Namun, narasi tersebut berubah di Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdik Armed), Di sini, pembangunan ekosistem digital justru dimulai dari fondasi terpenting, yaitu sumber daya manusia.
Menyadari hal tersebut, Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Relawan TIK) Indonesia mengambil langkah strategis. Pada Jumat (17/7/2026), Relawan TIK menerjunkan 250 kader terbaik sebagai fasilitator dan narasumber.
Selanjutnya, para kader ini mengawal Pelatihan Manajerial dan Sertifikasi Calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diselenggarakan Kementerian Koperasi RI.
Sebanyak 250 kader tersebut tersebar di berbagai titik pelatihan di seluruh Indonesia. Mereka tidak hanya mengajarkan penggunaan gawai. Selain itu, mereka mendampingi calon manajer dalam memahami digitalisasi koperasi.
Pendampingan ini mencakup tata kelola data, keamanan informasi, serta strategi optimalisasi ekosistem digital. Dengan demikian, koperasi dapat memberikan pelayanan yang lebih adaptif kepada masyarakat.
Ketua Umum Relawan TIK Indonesia, Hani Purnawanti, menegaskan pentingnya kompetensi sumber daya manusia dalam transformasi digital.
“Digitalisasi koperasi dimulai dari manusianya. Ketika seorang manajer memiliki kompetensi digital yang kuat, teknologi akan mempercepat pelayanan, meningkatkan transparansi, dan menghadirkan koperasi yang lebih profesional,” ujarnya saat membuka pelatihan di Cimahi.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa para fasilitator tidak hanya menyampaikan materi di kelas. Mereka juga berperan sebagai pendamping lapangan. Dengan peran tersebut, mereka memastikan para manajer KDKMP tidak sekadar memahami teknologi, tetapi mampu menggunakannya secara efektif dan berkelanjutan.
Di sisi lain, langkah Relawan TIK ini menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah meningkatkan daya saing koperasi akar rumput. Program ini berada di bawah koordinasi Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi.
Sementara itu, Asisten Deputi Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi, Riza Azmi, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia menilai sinergi ini sebagai bentuk kerja sama ideal antara pemerintah dan jejaring relawan.
“Kehadiran fasilitator Relawan TIK memperkuat proses pembelajaran. Oleh karena itu, para calon manajer KDKMP mendapatkan bekal digital yang lebih aplikatif. Sinergi ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat transformasi digital koperasi di Indonesia,” jelasnya.
Lebih lanjut, Riza menegaskan bahwa penguasaan teknologi kini menjadi kebutuhan utama. Koperasi modern harus mampu memperluas akses usaha sekaligus menjaga tata kelola yang akuntabel melalui sistem digital.
Ke depan, 250 kader Relawan TIK akan menghadapi tantangan besar di berbagai daerah. Oleh sebab itu, mereka diharapkan mampu menyalakan semangat digitalisasi di tingkat desa dan kelurahan.
Pada akhirnya, para manajer KDKMP tidak hanya membawa sertifikat kelulusan. Mereka juga membawa pengetahuan dan keterampilan digital. Dengan bekal tersebut, mereka siap mengubah wajah koperasi Indonesia menjadi lebih tangguh, profesional, dan berdaya saing. (Alin)