Universitas Doktor Husni Ingratubun (UNINGRAT) Papua menghadirkan Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Teknologi Tepat Guna dan Sistem Informasi bagi petani di Desa Arso IX, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Papua.
JAYAPURA, LIGAKAMPUS.id- Dosen dan mahasiswa Universitas Doktor Husni Ingratubun (UNINGRAT) Papua melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Hibah Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM) Tahun 2026 yang berlangsung di Desa Arso IX, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Papua pada tanggal 30-31 Juli 2026.
Adapun tim dosen yang terlibat dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah Rabiatul Adawiyah, S.Pd., M.Ed, selaku ketua tim, Nelly Austin Fonataba, S.E., M.Ak, dan Andi Gita Novianti, S.Kom., M.T, selaku anggota tim. Selain itu, kegiatan PKM ini juga melibatkan beberapa mahasiswa.
Wilayah Arso, Kabupaten Keerom sendiri merupakan wilayah dengan karakteristik utama sebagai kawasan pertanian rakyat yang berkembang. Sebagian besar masyarakat mengantungkan aktivitas ekonomi pada sektor pertanian tanaman pangan dan hortikultura yang dikelola secara berkelompok melalui kelompok tani.
Baca juga: BUMKam Fate Kampung Skouw Mabo: Menata Kelembagaan, Menggerakkan Potensi Kampung
Melihat realita ini, program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat hadir untuk membawa pendekatan lintas disiplin ilmu yang mana menggabungkan keahlian pendidikan, akuntansi dan ilmu komputer dari Universitas Doktor Husni Ingratubun (UNINGRAT) Papua bersama keterlibatan aktif dari mahasiswa.
Langkah ini menjadi sebuah bentuk komitmen nyata dalam menjawab tantangan lingkungan lokal sekaligus menggerakkan roda perekonomian kelompok tani tunas muda di desa Arso IX melalui konsep Green Economy (Ekonomi Hijau) yang berwawasan lingkungan dan penerapan teknologi tepat guna dan sistem informasi digital.

Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) UNINGRAT Papua, Rabiatul Adawiyah, S.Pd., M.Ed menjelaskan bahwa Universitas Doktor Husni Ingratubun (UNINGRAT) Papua berupaya memberikan solusi terhadap permasalahan pengelolaan sampah organik yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Baca juga: Menggali Potensi, Membangun Kemandirian: Penguatan BUMKam Ja’a Nene di Kampung Skouw Sae
“Kami menghadirkan teknologi komposter untuk mengolah limbah organik menjadi kompos padat dan pupuk organik cair yang dapat dimanfaatkan kembali dalam kegiatan pertanian, sekaligus mendukung penerapan ekonomi hijau,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (15/8/2026).
Rabiatul menambahkan, pihaknya juga sedang menyelesaikan pengembangan Sistem Informasi Kelompok Tani sebagai sarana digital guna mempermudah pengelolaan administrasi dan informasi kelompok.
“Melalui pendampingan, pelatihan, dan penerapan teknologi tepat guna, kami berharap inovasi ini dappat dimanfaatkan secara mandiri dan berkelanjutan oleh masyarakat sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan kelompok tani serta lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kelompok Tani Tunas Muda Desa Arso IX, Warsito mengatakan bahwa kelompok tani sangat terbantu dengan adanya program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Doktor Husni Ingratubun (UNINGRAT) Papua.
“Melalui kegiatan ini kami tidak hanya memperoleh pengatahuan tentang cara pengolah sampah organik menjadi kompos padat dan pupuk organik cair, tetapi juga memahami pentingnya memanfaatkan teknologi untuk mendukung kelompok tani,” katanya.
Menurut Warsito, teknologi komposer yang diberikan sangat bermanfaat karena dapat mengurangi limbah organik sekaligus menghasilkan pupuk yang dapat dimanfaatkan kembali di lahan pertanian.
“Kami berharap kerja sama seperti ini terus berlanjut, sehingga kelompok tani kami semakin mandiri, produktif, dan mampu menerapkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” ungkapnya. (*)