JAYAPURA – Relawan TIK Papua turut ambil bagian dalam pelatihan peningkatan kapasitas bagi calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diselenggarakan di Rindam XVII/Cenderawasih pada 27 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu mengelola koperasi secara profesional sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Reporter Ligakampus.id, Paulus Jufu, melaporkan langsung dari lokasi kegiatan dan mewawancarai sejumlah narasumber, mulai dari fasilitator hingga peserta pelatihan, untuk menggali manfaat program tersebut bagi penguatan ekonomi masyarakat.
Syarifudin Muin, S.Pd., yang akrab disapa Ari, selaku fasilitator dari RelawanTIK Papua sekaligus menjabat sebagai Ketua Bakorwil (Badan Koordinasi Wilayah) RelawanTIK Papua Raya, mengatakan bahwa materi yang disampaikan dalam pelatihan berfokus pada digitalisasi pengelolaan koperasi.
Menurutnya, transformasi digital menjadi kebutuhan penting agar pengelolaan koperasi dapat dilakukan secara efektif, transparan, dan akuntabel.
“Materi yang kami sampaikan berkaitan dengan digitalisasi, mulai dari keamanan data, pengelolaan data, hingga bagaimana menjalankan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di era digital,” ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan aplikasi Simkopdes, sebuah sistem yang dirancang untuk membantu pengelolaan data koperasi secara terintegrasi.
Ari menjelaskan bahwa aplikasi tersebut memungkinkan seluruh data tersimpan secara terstruktur, selalu diperbarui, serta mempermudah proses pemantauan dan pelaporan administrasi koperasi.
“Harapannya, ketika para peserta nantinya dipercaya menjadi manajer KDKMP, mereka mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan kompetensi yang telah diperoleh selama pelatihan,” katanya.
750 x 100 AD PLACEMENT
Ia menambahkan bahwa seorang manajer KDKMP tidak hanya berperan sebagai pengelola koperasi, tetapi juga menjadi ujung tombak pemerintah dalam menyukseskan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Salah seorang peserta pelatihan, Putri Smita Memahit, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru sejak mengikuti pelatihan.
Ia menjelaskan bahwa peserta menerima berbagai materi, mulai dari nilai-nilai kebangsaan, kepemimpinan, hingga manajemen koperasi yang akan menjadi bekal saat menjalankan tugas di lapangan.
“Materi yang diberikan membantu kami memahami apa saja yang harus dilakukan ketika nantinya bertugas sebagai manajer. Dengan begitu kami memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai tanggung jawab di lapangan,” ungkapnya.
750 x 100 AD PLACEMENT
Putri berharap Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat perekonomian masyarakat Indonesia.
Pelatihan peningkatan kapasitas ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menyiapkan manajer koperasi yang memiliki kompetensi manajerial sekaligus literasi digital. Kehadiran Relawan TIK Papua sebagai mitra pelatihan diharapkan mampu mempercepat transformasi digital pengelolaan koperasi di berbagai daerah.
Melalui penguasaan teknologi dan sistem informasi yang baik, para calon manajer diharapkan dapat menjalankan tata kelola koperasi secara lebih modern, transparan, serta mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (Paulus)