160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Peringati HUT ke-18 Kabupaten Tambrauw, IMT Jayapura Gelar Diskusi Pembangunan Berskala Konservasi

IMT Jayapura, menggelar diskusi ilmiah dalam rangka memperingati Hut Kabupaten Tambrauw ke 18 tahun di Asrama Kontrakan Mahasiswa Tambrauw di Kota Studi Jayapura, Papua, Kamis (29/10/2026).

JAYAPURA, LIGAKAMPUS.id– Badan Pengurus Ikatan Mahasiswa Tambrauw (BP. IMT) Jayapura menggelar diskusi ilmiah bertajuk “Pembangunan Berskala Konservasi” pada Kamis (29/10/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di Asrama Kontrakan Mahasiswa Tambrauw, Jayapura, ini digelar khusus untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kabupaten Tambrauw.

Diskusi reflektif tersebut menghadirkan dua pemantik utama, yaitu Dosen Fisip Universitas Cenderawasih (Uncen) sekaligus Pembina IMT Jayapura, Dr. Abner Herry Bajari, S.Sos., M.Si sebagai Pemantik I, dan Solfin Eptis Meidodga sebagai Pemantik II.

Agenda ini diikuti secara antusias oleh ratusan mahasiswa asal Tambrauw yang tengah menempuh studi di berbagai perguruan tinggi di wilayah Jayapura.

Ketua IMT Jayapura, Yenggras Yesnath menyatakan bahwa forum diskusi ini merupakan bentuk kepedulian dan refleksi kritis kaum intelektual muda terhadap arah pembangunan di kampung halaman mereka. Ia berharap ruang akademik ini bisa melahirkan gagasan yang nyata.

IMT Jayapura, menggelar diskusi ilmiah dalam rangka memperingati Hut Kabupaten Tambrauw ke 18 tahun di Asrama Kontrakan Mahasiswa Tambrauw di Kota Studi Jayapura, Papua, Kamis (29/10/2026).

“Melalui ruang akademik ini, kami sebagai mahasiswa diharapkan dapat mengawal serta memberikan sumbangsih pemikiran yang konstruktif bagi masa depan Kabupaten Tambrauw yang telah berkomitmen sebagai kabupaten konservasi,” ujar Yenggras saat memberikan sambutan.

Sementara itu, Dosen Fisip Uncen sekaligus Pembina IMT Jayapura, Dr. Abner Herry Bajari menekankan agar generasi muda Tambrauw tidak hanya fokus pada teori perkuliahan di dalam kelas.

“Mahasiswa harus mampu mengawal implementasi kebijakan pembangunan berskala konservasi secara nyata di lapangan. Menjaga keseimbangan antara kemajuan infrastruktur dan kelestarian alam adalah kunci utama demi kesejahteraan generasi Tambrauw di masa depan,” tegas Abner dalam penyampaian materinya. (*)

You might also like