TAMBRAUW, LIGAKAMPUS.id- Anggota Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat Daya (MRP PBD), Yustince Linda Yekwam melaksanakan kegiatan Penyaluran Aspirasi Masyarakat Adat, Umat Beragama, Kaum Perempuan dan Masyarakat Pada Umumnya tentang Perencanaan, Penganggaran dan Penggunaan Dana Otonomi Khusus Papua di Kampung Sawinggarai, Distrik Yembun, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya, Rabu 26 Agustus 2026.
Kegiatan penyaluran aspirasi ini menghadirkan Kepala Distrik Yembun, Kepala Puskesmas Yembun, Kepala Sekolah, baik SMA, SMP, SD, dan Paud serta para kepala kampung yang ada di wilayah Distrik Yembun. Kegiatan ini juga menghadirkan tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda serta perwakilan masyarakat pada umumnya yang ada di Distrik Yembun.
Dalam penyaluran aspirasi bidang pendidikan, terdapat, sejumlah masalah yang disampaikan, sebagai rekomendasi seperti:
Baca juga: Wakil Ketua II MRP PBD Lakukan Penyaluran Aspirasi di Distrik Amberbaken, Kabupaten Tambrauw
Selain itu, di bidang kesehatan, ditemukan beberapa masalah yang direkomendasikan dalam penyaluran aspirasi, seperti:
Sementara itu, untuk bidang infrastruktur ada sejumlah masalah yang direkomendasikan, yakni:
Baca juga: Perkuat Konektivitas Papua Barat Daya, MRP PBD Minta Bandara Perintis di Amberbaken Diaktifkan
Tak hanya itu, di bidang pertanian ada sejumlah masalah yang direkomendasikan, yaitu:
Menanggapi sejumlah masalah yang direkomendasikan dalam penyaluran aspirasi ini, Anggota MRP PBD Yustince Linda Yekwam mengatakan bahwa aspirasi yang disampaikan oleh bapak/ibu ini akan ditindaklanjuti secara kelembagaan kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tambrauw.
Baca juga: Ketua Pokja Adat MRP PBD Serap Aspirasi di Lapangan: Tampung Keluhan Warga Meosmansar Raja Ampat
“Sejumlah masalah yang disampaikan oleh bapak/ibu dalam bentuk rekomendasi ini akan kami tindaklanjuti sesuai dengan tupoksi dari MRP PBD kepada pemerintah daerah, baik provinsi dan kabupaten, sehingga ada perhatian yang serius terkait dengan penggunaan dana Otsus yang bisa berdampak langsung bagi kebutuhan masyarakat, terutam orang asli Papua,” ujarnya. (*)